Mendidik Anak Itu Melelahkan, Tapi Jangan Sampai Kita Lupa Bersyukur

Bunda terharu
Ada hari-hari ketika menjadi orang tua terasa sangat melelahkan.
Pagi sudah harus membangunkan anak.
Menyuruh mandi.
Mengingatkan sarapan.
Menyuruh belajar.
Mengajarkan sopan santun.
Belum lagi ketika anak sulit dinasihati, bertengkar dengan saudaranya, atau melakukan sesuatu yang membuat kita mengelus dada.
Kadang kita sampai bertanya dalam hati,
“Kapan ya anak ini bisa mengerti sendiri?”
Tenang… hampir setiap orang tua pernah merasakan hal yang sama.
Anak Tidak Selalu Mudah Dididik
Mendidik anak memang bukan pekerjaan yang selesai dalam sehari.
Hari ini kita mengajarkan sesuatu, besok mungkin mereka lupa lagi.
Hari ini kita meminta mereka berkata lembut, besok mereka bisa saja kembali berteriak.
Hari ini kita mengajarkan untuk merapikan mainan, beberapa jam kemudian rumah kembali berantakan.
Dan di situlah kesabaran orang tua diuji.
Namun, mungkin kita perlu melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
Anak-anak bukan sedang menyusahkan kita. Mereka sedang belajar menjadi manusia.
Dan kitalah yang diberi kesempatan untuk menemani proses itu.
Jangan Hanya Melihat Lelahnya
Bayangkan ketika anak masih kecil.
Mereka belum tahu bagaimana berbicara dengan baik.
Belum tahu bagaimana mengendalikan emosi.
Belum memahami mana yang benar dan salah.
Mereka belajar dari kita.
Cara kita berbicara akan mereka tiru.
Cara kita memperlakukan orang lain akan mereka ingat.
Bahkan cara kita meminta maaf dan memaafkan pun bisa menjadi pelajaran bagi mereka.
Maka ketika hari ini kita merasa lelah karena mengurus anak, mungkin sebenarnya kita sedang menanam sesuatu yang sangat berharga untuk masa depan.
Tidak semua hasil pendidikan bisa langsung terlihat.
Ada benih yang baru tumbuh bertahun-tahun kemudian.
Ketika Lelah, Ingat Kembali Alasan Kita
Ada kalanya kita ingin marah.
Ada kalanya kita ingin menyerah.
Ada kalanya kita merasa,
“Saya sudah berkali-kali mengajarkan hal yang sama, kenapa masih begitu juga?”
Saat berada di titik itu, mungkin kita hanya perlu berhenti sebentar.
Tarik napas.
Lihat wajah anak kita.
Mereka tidak pernah meminta untuk dilahirkan.
Kitalah yang dahulu memohon kepada Allah agar diberikan keturunan.
Maka kehadiran mereka adalah sebuah amanah.
Bukan berarti setiap hari harus sempurna.
Orang tua juga manusia yang bisa lelah dan salah.
Tetapi jangan biarkan rasa lelah membuat kita lupa bahwa anak adalah salah satu nikmat yang Allah titipkan kepada kita.
Bisa Jadi, Mereka yang Kelak Menolong Kita
Ada satu hal yang sering terlupakan.
Kita sibuk mengajarkan anak tentang agama, kebaikan, kesopanan, dan kehidupan.
Tetapi siapa tahu, suatu hari nanti justru mereka yang menjadi sebab datangnya kebaikan kepada kita.
Mungkin doa mereka yang menjadi sebab Allah mengampuni kita.
Mungkin sedekah mereka yang menjadi pahala bagi kita.
Mungkin ilmu baik yang kita ajarkan kepada mereka terus diamalkan setelah kita tiada.
Dan mungkin…
suatu hari nanti, ketika kita sudah tidak mampu berjalan lagi, kebaikan yang kita tanam kepada mereka menjadi salah satu jalan menuju pertolongan Allah.
Karena itu, jangan terlalu cepat menganggap lelah sebagai beban.
Bisa jadi lelah kita hari ini adalah bagian dari investasi akhirat yang belum terlihat hasilnya.
Untuk Ayah dan Bunda yang Sedang Lelah
Jika hari ini Anda merasa lelah mendidik anak, tidak apa-apa untuk beristirahat.
Jika hari ini Anda merasa emosi, tenangkan diri.
Jika hari ini Anda merasa gagal menjadi orang tua, jangan terlalu keras kepada diri sendiri.
Besok kita bisa mencoba lagi.
Peluk anak kita.
Doakan mereka.
Ajarkan kembali.
Nasihati dengan sabar.
Dan ketika tidak tahu harus berbuat apa, jangan lupa meminta pertolongan kepada Allah.
Sebab mendidik anak bukan hanya tentang membentuk mereka menjadi anak yang baik.
Lebih jauh dari itu, kita sedang berusaha membentuk manusia yang kelak mampu membawa kebaikan bagi dirinya, keluarganya, masyarakat, dan agamanya.
Jadi, jika hari ini terasa melelahkan, bersabarlah.
Mungkin kita belum melihat hasilnya sekarang.
Tetapi bisa jadi, bertahun-tahun dari sekarang, kita akan tersenyum dan berkata:
“Ternyata semua lelah itu tidak sia-sia.” 🌱

