Di Mulai dari Kampung ikut mencerdaskan Bangsa

📢 INFO
✨ Setiap donasi yang Anda berikan adalah harapan baru bagi anak-anak dhuafa untuk tetap bersekolah • 📚 Bersama Kampung Cerdas Indonesia, mari hadirkan pendidikan yang layak bagi mereka yang membutuhkan • 🤲 Sedikit yang kita sisihkan hari ini dapat menjadi masa depan yang lebih cerah bagi generasi bangsa • 🕌 Dukung pembangunan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat • 🌱 Mari menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang dimulai dari kampung untuk ikut mencerdaskan bangsa • ❤️ Terima kasih kepada seluruh donatur dan sahabat kebaikan atas kepercayaan dan dukungannya.

Kamis, 18 Maret 2021

9 Tips Menjaga Lingkungan Sekitar Tempat Tinggal agar Tetap Sehat



Menjaga lingkungan tetap bersih agar terhindar dari berbagai serangan penyakit merupakan hal yang sangat penting. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung telah mengimbau dalam akun media sosial instagramnya, untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Berikut ini merupakan tips untuk lingkungan lebih sehat.
  • Jauhkan anak dari pembakaran sampah dan asap kendaraan
  • Buang air besar dan kecil di wc
  • Bersihkan rumah dan lingkungan, buang sampah pada tempatnya
  • Cuci tangan pakai sabun
  • Melakukan 5M pada sarang nyamuk
  • Menggunakan air bersih untuk keperluan rumah tangga
  • Membuang ventilasi dan jendela agar cahaya matahari dapat masuk dan sirkulasi udara lebih baik.

Rabu, 17 Maret 2021

Mengapa Pendidikan Anak Usia Dini Penting? Perspektif Bijak untuk Orang Tua



Sebagai orang tua, tentu kita ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Kita berjuang untuk kebutuhan fisik mereka: makanan bergizi, tempat tinggal yang layak, pakaian yang nyaman. Namun, ada satu kebutuhan penting yang tidak boleh diabaikan: pendidikan anak usia dini (PAUD).

Anak Usia Dini: Masa Emas Perkembangan
Tahukah Anda bahwa 80% perkembangan otak terjadi sebelum anak berusia 5 tahun? Inilah yang disebut dengan masa emas perkembangan. Pada fase ini, anak sangat cepat menyerap informasi dan membentuk karakter dasar. Oleh karena itu, lingkungan belajar yang tepat sangat penting.

Mengapa Belajar di Rumah Saja Tidak Cukup?
Sebagian orang tua merasa anak cukup belajar di rumah, terutama jika ada waktu untuk mendampingi. Tapi, kenyataannya anak juga membutuhkan:
  • Stimulasi sosial: belajar berbagi, bekerja sama, dan bersosialisasi dengan teman sebaya.
  • Pendampingan profesional: guru PAUD memiliki pendekatan khusus yang disesuaikan dengan usia dan tahapan tumbuh kembang anak.
  • Lingkungan edukatif yang konsisten: kegiatan di lembaga PAUD dirancang untuk mengasah motorik, kognitif, bahasa, dan emosional anak secara seimbang.

Manfaat PAUD dari Perspektif Orang Tua
Sebagai orang tua, Anda akan melihat berbagai dampak positif ketika anak mengikuti pendidikan PAUD:

✅ Anak lebih percaya diri dan mandiri
✅ Mudah beradaptasi saat masuk SD
✅ Terlatih mengikuti aturan dan rutinitas
✅ Kreativitas dan minat belajar terasah sejak dini

Dan yang paling penting: Anda sedang menanam benih masa depan anak sejak awal.

Mari Berinvestasi untuk Masa Depan Anak
Mendaftarkan anak ke lembaga PAUD bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah investasi jangka panjang. Lembaga PAUD yang baik akan menjadi tempat tumbuh kembang anak dalam suasana belajar yang menyenangkan, aman, dan penuh kasih sayang.
“Anak-anak yang mendapatkan pendidikan usia dini berkualitas cenderung tumbuh menjadi pribadi yang lebih siap secara akademik dan sosial.”

Langkah Nyata Anda Dimulai Hari Ini
Jika Anda sedang mempertimbangkan pilihan terbaik untuk anak, inilah saatnya memulai. Cari tahu lembaga PAUD terpercaya di sekitar Anda. Kunjungi, kenali gurunya, lihat kegiatannya. Libatkan anak dalam prosesnya agar ia juga merasa nyaman.

Karena pendidikan anak bukan dimulai saat mereka masuk SD, tapi saat mereka mulai bertanya tentang dunia di sekitar mereka.

Cara Tepat bagi Orangtua Jelaskan Virus Corona pada Anak





Wabah virus corona yang bermula dari kota Wuhan pada Desember lalu, kini kian merebak hingga ke negara-negara lain. Jumlah korban yang dinyatakan positif terjangkit virus ini pun semakin bertambah.

Hal itu menimbulkan pertanyaan-pertanyaan bagi setiap orang akan penanganan virus corona agar segera bisa teratasi.

Dilansir dari Time pada Rabu (5/2/2020), ketidakpastiaan akan hal itu membuat banyak orangtua dengan gugup bertanya-tanya apa yang harus mereka katakan kepada anak-anak mereka tentang kejadian ini. Psikolog pediatrik di Rumah Sakit Anak Nationwide, Ohio, Molly Gardner, memiliki saran sederhana yang dapat orangtua lakukan.

"Dalam mengatakan terkait virus corona kepada anak-anak, para orangtua harus tetap terinformasi, jaga perspektif, dan jujur," kata Gardner.

Ia turut mengatakan bahwa emosi anak-anak memberikan asupan juga bagi emosi mereka sebagai orangtua.

"Karena alasan itu, penting bagi para orangtua untuk tetap mendapatkan informasi berita baru terkait virus corona, sehingga mereka dapat menjawab pertanyaan anak-anak," Gardner menambahkan.

Tak hanya itu, para orangtua juga harus tetap menjaga situasi dan kondisi agar anak-anak tidak jatuh ke dalam rasa cemas yang berlebihan akan wabah virus corona. Menurut direktur Clay Center for Young Healthy Minds di Massachusetts, Ellen Braaten, para orangtua juga harus menyesuaikan pendekatan tergantung pada usia anak mereka. Gaya pemrosesan informasi dan paparan berita tentang virus.

"Harus dipikirkan juga apakah lebih banyak memberikan informasi membantu mereka mengatasinya atau justru membuat mereka cemas," ujar Braaten.

Braaten mengatakan bahwa pendekatan yang paling berguna untuk anak-anak dari segala usia adalah mengingatkan mereka untuk mencuci tangan dan menutupi area mulut ketika bersin juga batuk.

Bahkan setelah anak-anak menerima berbagai informasi dan saran dari para orangtua, perhatikan anak apakah merasa cemas atau tidak.

Jika cemas itu tidak berlebihan itu masih wajar. Apabila anak-anak sampai merasa cemas hingga sulit tidur atau takut pergi ke sekolah, setidaknya memanggil penyedia layanan kesehatan mental untuk bantuan tambahan.

Baca Selengkapnya

https://www.liputan6.com/health/read/4171717/cara-tepat-bagi-orangtua-jelaskan-virus-corona-pada-anak

Manfaat Anak Terbiasa Menulis Tangan Sejak Kecil


Kemampuan menulis yang mumpuni tak muncul begitu saja, tapi harus diasah sejak dini dan salah satunya jika dibarengi dengan membaca. Meski terkesan simpel tapi hal itu tak mudah, apalagi sekarang anak-anak sering menggunakan gawai atau ponsel.

Analis Pelaksana Kurikulum Pendidikan, Direktorat Sekolah Dasar Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Lanny Anggraini berpendapat melalui membaca, maka akan semakin banyak informasi yang didapatkan sebagai bahan atau ide dalam menulis.

"Membaca bisa memberikan informasi yang banyak dan dituangkan dalam menulis. Sulit untuk bisa menulis kalau tidak bisa membaca," kata Lanny dalam webinar, "Pentingnya Menjaga Minat Menulis Anak", Kamis, 3 Desember 2020.

Hal senada diungkapkan Psikolog anak Marcelina Melisa. Menulis membutuhkan ide dan sumbernya bisa berasal dari apa yang dibaca. Pada anak yang baru belajar menulis, dia perlu membaca atau mengetahui huruf atau angka yang akan dia tulis. Dengan membaca, maka membantu anak menulis untuk mengeluarkan ide, imajinasi mereka.

"Menulis punya manfaat besar yang dapat meningkatkan kemajuan cara berpikir anak ke depannya. Menulis setidaknya memiliki tiga manfaat utama, yaitu meningkatkan kemampuan motorik halus, melatih kreativitas, serta dapat meningkatkan daya ingat melalui metode belajar memahami sambal menulis pelajaran," terang Marcelina dalam kesempatan yang sama.

Ia menambahkan, lewat aktivitas menulis, anak terbiasa untuk mengontrol gerakan motorik dengan tekanan yang sesuai, serta memiliki persepsi visual yang baik. Anak juga mengembangkan imajinasi dan kreativitas melalui ide tulisan.

Baca Selengkapnya 

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4424901/tips-dan-manfaat-anak-terbiasa-menulis-tangan-sejak-kecil

Selasa, 16 Maret 2021

Cara Remaja Jaga Kesehatan Mental Akibat Pandemi Covid-19


Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya mengarah pada kesehatan fisik masyarakat, tapi juga kesehatan mental. Pada akhirnya mempengaruhi aktivitas dan kinerja masyarakat. Dosen Fakultas Psikologis Universitas Airlangga (Unair), Atika Dian Ariana menjelaskan, kelompok remaja dan dewasa awal yang memiliki risiko tinggi akibat pandemi Covid-19.
Secara fisik dan psikologis, kelompok remaja dan dewasa awal memiliki kebutuhan bersosialisasi serta tuntutan beraktivitas yang tinggi seperti kuliah dan bekerja. "Namun pada masa pandemi ini diberlakukan pembatasan interaksi sosial, sehingga keadaan ini dapat menyebabkan kelompok masyarakat tersebut frustasi," ucap Atika melansir laman ITS, Senin (15/3/2021). Atika menyebut, salah satu perubahan besar yang sulit diadaptasi oleh seseorang di masa pandemi Covid-19 adalah bekerja atau belajar dari rumah.

Hal ini berdampak pada berbagai hal, terutama penurunan produktivitas. "Sebagian mahasiswa mengeluhkan fasilitas pembelajaran jarak jauh yang terbatas, penurunan motivasi belajar, kesulitan berkonsentrasi, penurunan prestasi, hingga keterlambatan lulus," ucapnya. Oleh karena itu, dia membagikan beberapa hal yang dapat diterapkan untuk menjaga produktivitas selama masa pembelajaran jarak jauh, yakni: Membuat jadwal harian. Menjaga komunikasi dengan teman atau keluarga. Menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Bersikap proaktif. Berbicara mengenai proaktif, bilang dia, dapat diwujudkan oleh kalangan remaja dengan bertanya dan terlibat dalam diskusi kelas.


Populer

Donasi Program

Formulir Donasi

Anchor Rinaldi KCI

Sekretariat Yayasan

Pengunjung

Diberdayakan oleh Blogger.